Search for
Login | Username Password Forgot? | Email: | Create Account
Writing | Popularity: 1 | Entries: 9614 | Updated: 1 year ago | | Add to My Feeds
SISTEM TELEPON
April 2nd, 2009
Komunikasi suara atau pembicaraan jarak jauh pertama kali ditemukan oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1847. Sehingga pada saat itu penyampaian berita melalui jarak yang jauh di luar jangkauan teriakan biasa bisa dilakukan.

Penemuan Bell merupakan suatu rangkaian penelitan ataupun teori-teori sebelumnya. Prinsip dasar telepon adalah, gelombang suara diubah menjadi gelombang listrik oleh mikropon, yang diteruskan melalui kabel dan di penerima diubah kembali menjadi gelombang suara oleh telepon. Dengan sistem ini pembicaraan dapat dilakukan melalui jarak yang jauh mencapai 20 km tanpa penguatan. Dengan menggunakan sistem penguat jarak pembicaraan mencapai ribuan kilometer bahkan kalau menggunakan sistem pengiriman lewat gelombang radio jarak yang dicapai bisa lebih dari itu.

Kemajuan teknologi semakin berkembang sehingga jarak sudah merupakan masalah lagi. Percakapan bisa dilakukan secara langsung antar negara dengan biaya yan murah. Bahkan saat ini informasi yang dipertukarkan tidak hanya suara saja, tetapi juga bisa berupa teks (fax), gambar dan data.

DASAR TELEPON

Dasar pembentuk sistem adalah sebuah pengirim, sebuah penerima, sebuah bel, sebuah kumparan induksi dan sebuah magnet untuk telepon magneto dan sebuah pemutar untuk telepon otomatis.

Pengirim

Pengirim adalah pada dasarnya sebuah alat untuk mengubah sebuah gelombang suara dari pembicaraan menjadi arus listrik. Atau dengan kata lain pengirim merupakan sebuah transducer yang biasa disebut dengan mikropon.

Mikropon terdiri dari serbuk arang yang mengisi ruang diantara dua elektroda getar dan elektroda tetap, masing-masing dihubungkan dengan tiap ujung dari sebuah batere. Sebuah membran getar dilekatkan pada elektorda getar, yang digetarkan oleh gelombang suara yang masuk. Dengan demikian tekanan yang berubah-ubah oleh elektroda begetar akan terdapat pada serbuk arang. Tahanan kontak dari serbuk arang berubah sesuai dengan tekanan yang terdapat padanya. Jika tidak ada gelombang suara, arus listrik yang melalui serbuk arang besarnya tetap. Sementara jika gelombang suara datang, arus berubah-ubah. Hal ini akan menyebabkan mikropon mengirimkan arus bolak-balik. Arus ini nantinya diterima oleh penerima melalui sebuah saluran telepon.

Sebuah mikropon yang baik secara teoritis harus dapat mengubah gelombang suara menjadi gelombang listrik dengan cacat suara yang minimum. Ada beberapa jenis mikropon misalnya mikropon kondensator, mikropon kristal dan mikropon karbon. Jenis mikropon karbon adalah yang paling banyak digunakan untuk jaringan telepon.

Penerima

Penerima telepon dalah sebuah alat untuk memproduksi kembali gelombang suara dengan sebuah membran getar, yang dioperasikan oleh arus bicara. Arus bicara ini dikirim oleh pihak yang memanggil.

Prinsip penerima telepon merupakan kebalikan dari pengirim, bekerja sebaliknya dari mikropon, yaitu mengubah perubahan arus listrik menjadi suara yang dapat didengar oleh telinga manusia. Sebuah kumparan dilekatkan pada tiap elektroda dari sebuah magnit permanen dengan gulungan seri berlawanan. Magnit ini menggerakkan membran getar. Jika arus listrik masuk mengaliri sirkit penerima, fluks magnet akan dibangkitkan dalam kumparan-kumparan. Arah fluks berganti-ganti sesuai dengan arah dari arus listrik, menambah atau mengurangi fluks magnit permanen. Membran bergetar sesuai dengan amplitudo dan frekuensi daari arus bolak-balik sekitar sebuah titik imbang oleh kekuatan tarik magnit, mereproduksikan gelombang suara pada bagian muka dari membran.

Bel Magnet

Sebelum dilakukan pembicaraan antar dua telepon, sebuah bel magnet berbunyi untuk memberitahukan sebuah penggilan. Bel magnet terdiri dari atas sebuah magnet permanen yang berbentuk U. Satu dari kutubnya dilekatkan pada sepotong besi yang lembek, sedangkan kumparan digulung seri yang berlawanan. Sebuah armatur dari besi lunak ditempatkan berhadapan kutub P1 dan P2 bergerak dari samping ke samping pada porosnya. Dengan demikian sebuah tangkai pemukul pada ujung armatur memukul bel pada kedua sisi berganti-ganti.

Jika tidak ada arus signal fluks dari magnet permanen, yang melalui kutub P1 dan P2, dibagi sama sedemikian hingga tarikan pada armatur menjadi seimbang. Karena arus yang masuk adalah arus bolak-balik maka arus ini jika mengalir dalam arah seperti pada gambar, dua buah fluks melalui P1, yang ditimbulkan oleh magnet permanen dan arus kumparan, mempunyai arah yang saling berlawanan sehingga saling mentiadakan. Fluks yang melalui P2 sebaliknya mempunyai arah yang sama, menarik armatur ke P2 dan tangkai pemukul akan memukul bel G1. Jika arusnya dibalik, maka armatur ditarik ke P1 dan pemukul memukul bel G2. Dengan demikan pemukul memukul bel untuk memberitahukan signal masuk sewaktu arah dari arus berganti.

Kumparan Induksi

Pada sebuah telepon magnet, terdapat sebuah kumparan induksi yang memisahkan sirkit pengirim dari saluran arus rata untuk membentuk sebuah sirkit lokal yang memperbesar tegangan bicara yang dikirim. Sedang pada sebuah telepon batere sentral dan telepon otomatis, sirkit penerimanya dipisahkan untuk membnetuk sebuah sirkit lokal yang memperbesar tegangan-tegangan bicara ke saluran.

Sebuah kumparan induksi dengan kumparan ketiga yang dihubungkan paralel dengan sirkit penerimaan mampu untuk membentuk suatu sirkit “antiside tone”, yang biasanya dipakai.

Magnit

Sebuah magnit dipakai untuk membangkitkan arus signal bolak-balik ke papan sambung. Bekerjanya dengan prinsip yang sama seperti generator biasa. Pada gambar terkihat arus gelombang sinus dibangkitkan dalam sebuah konduktor, yang berputar dengan kecepatan yang tetap ddalam medan magnet yang sama besarnya.

Jika kita pasangkan cincin (disebut cincin slip) pada kedua ujung dari kumparan untuk menyalurkan arus yang dibangkitkan lewat sikat b1 dan b2 ke sirkit luar, kita dapat memberikan arus ke beban r.

Untuk telepon magnit kit dapat membangkitkan tegangan bolak-balik dari 16-25 Hz, 70 V dengan jalan memutar pada engkol magnet dengan kecepatam yang cukup.

Alat Pemutar (Dial)

Alat pemutar adalah sebuah alat, yang memutuskan arus saluran sesuai dengan sebuah ketentuan untuk memanggil pihak yang dipanggil memutar nomor dari pihak yang dipanggil.

Jika seorang pelanggan mengangkat teleponnya untuk memutar, penyambung hook (hook switch) menempati posisi untuk membuat sirkit tertutup. Arus sinyal mengalir dalam sirkuit ini dari papan sambung di kantor untuk memungkinkan pelanggan untuk memutar.

Dalam keadaan ini tempose cum(DS), oleh pemutaran mengerjakan kontak impulse (Di) secara terputus-putus. Kontak impulse (Di) tertutup untuk mengizinkan arus mengalir. Kontak (Di) terbuka untuk memutuskan aliran arus. Dengan cara memutar “4” arus diputuskan 4 kali. Dengan jalan memutar “0”, arus diputuskan 10 kali sampai kembalinya pemutar, dengan demikian arus diputuskan beberapa kali sesuai dengan angka berapa yang diputar. Arus ini disebut sebuah papan impulse dan papan sambung menghitung impulse ini untuk menghubungkan para pelanggan telepon.

Impulse putar terdiri atas tiga unsur, atau kecepatan impulse nilai tutup (make ratio) dan buka minimum (minimum pause), dan kalaupaun salah satunya berada dibaeah standar, penyambung normal tidak dapat diharapkan.

SIRKUIT BICARA DASAR

Sebuah pengirim bekerja bila diberikan arus rata dan sebuah penrima bekerja oleh arus terima bolak-balik. Jika arus rata mengalir dalam kumparan penerima, arah dari dua jenis pluk oleh arus kumparan dan magnit permanen dapat secara kebetulan berlawanan atau sama. Dalam hal pertama tariakn kepada membran sangat lemah. Dalam hal terkhir sebaliknya menjadi lebih kuat. Arus terima yang sangat kuat hanya dapat menggetarkan membran jika kumparan penerima dialiri arus rara. Arus kirim adalah arus pulsa yang terdiri atas arus rata dan arus bolak-balik yang disuperposisikan, jadi arus ini tidak dapat mengoperasikan penerima secara cukup.

Oleh sebab itu sebuah kumparan induksi dipergunakan dalam srkuit terima untuk membentuk sikuit kedua termasuk penerima sehingga sebagian ratnya dari arus pulsa tidak mengalir dalam sirkuit kedua. Dengan kata lain; hanya bagian bolak-balik dari arus pulsa diinduksikan dalam sirkuit kedua untuk menggetarkan membran dengan secukupnya bersama-sama dengan tarikan yang tepat oleh magnit permanen, mereproduksikan suara yang diterima tanpa cacat.

Sistem Baterai Sentral

Pada gambar dibawah ini memperlihatkan sebuah sirkuit bicara dasar, tetapi yang memungkinkan A berbicara dengan B saja, atau tidak memungkankan hubungan timbal-balik antara A dan B. Mereka dapat melakukan hubungan satu sama lain jika dua sirkuit pada gambar dapat terbentuk.

Tetapi dalam hal ini sikuit bicara memerlukan 4 kawat dan tidak ekonomis. Sirkuit bicara dasar 2 kawat diperlihatkan pada gambar. Kumparan induksi primer dan penerima dihubungkan secara seri untuk menghemat 2 kawat dalam sirkuit bicara. Hubungan ini selanjutnya dapa t menghemat satu susunan baterai. Dua telepon mempergunakan satu susunan baterai dalam sistem ini dan disebut sistem baterai sentral. Sistem ini dapat dipakai dalam telepon otomatis dan telepon baterai sentral.

Sistem Magnet

Pada gambar dibawah ini diperlihatkan sebuah sirkuit dari sistem magneto. Dalam sirkuit ini sebuah pengirim dan satu susunan baterai merupakan sirkuit lokal. Telepon magnet mempergunakan sistem ini.

DASAR JARINGAN DAN TEKNIK SWITCHING

DASAR JARINGAN KOMUNIKASI

Dalam melakukan komunikasi antara 2 tempat, maka dibutuhkan suatu rangkaian / sirkuit komunikasi antara 2 tempat tersebut. Apabila jumlah pelanggan hanya beberapa, dalam arti masih kecil sekali, maka cara yang seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut dapat dilakukan. Yaitu dengan menghubungkan saluran langsung dari setiap pelanggan ke setiap pelanggan yang lain, hal ini masih mungkin dilakukan. Akan tetapi, apabila jumlah pelanggan bertambah banyak, dengan sendirinya saluran-saluran yang dibutuhkan menjadi terlalu besar, sehingga tidak praktis dan dipandang dari sudut ekonomis kurang menguntungkan.

Dengan demikian cara yang dapat dipergunakan adalah dengan menambahkan suatu peralatan switching yang ditempatkan di tengah-tengah atau pusat dari sekumpulan pelanggan. Fungsinya adalah untuk menghubungkan antara dua pelanggan pada waktu diperlukan saja. Dengan menggunakan cara ini harus dipasang suatu sirkuit antara peralatan switching dan setiap pelanggan.

Umumnya, jaringan komunikasi terdiri dari sejumlah alat penghubung (switch) dan sirkuit-sirkuit pengontrol yang mengerjakan swtich tersebut.

JARINGAN TRANSMISI

Pola jaringan yang digambarkan diatas sudah memadai untuk jumlah pelanggan yang sedikit. Cukup dipasang menggunkan satu switching. Namun dengan semakin bertambahnya pelanggan dan juga ditambah dengan area pelanggan yang semakin luas, hali ini secara teknis tidak praktis untuk memperluas kapasitas dari switch. Bila dipandang dari sudut ekonomis juga tidak menguntungkan, hal ini disebabkan harus melengkapi dengan sejumlah saluran-saluran pelanggan yang sangat panjang. Solusinya adalah dengan cara membagi suatu area menjadi beberapa area lagi. Setiap area dilengkapi degan satu sistem switching dan sistem-sistem switching daari seluruh area dihubungkan satu sama lain dengan saluran-saluran transit.

Apabila jumlah pelanggan meningkat dan kebutuhan perlengkapan switching bertambah, maka dengan sendirinya saluran-saluran transit yang diperlukan untuk menghubungkan kantor-kantor itu harus banyak. Jumlah saluran yang diperlukan tergantung pada bagaimana saluran-saluran transit menghubungkan kantor-kantor itu. Ada dua cara yang dapat dipakai, cara yang pertama adalah setiap kantor dihubungkan dengan saluran-saluran langsung ke kantor-kantor yang lainya. Sedangkan cara yang kedua adalah dengan menempatkan suatu sistem switching yang semata-mata untuk keperluan transit, dipusat suatu area dan semua sirkuit dari kantor-kantor dalam area tersebut dikonsentrasikan ke sistem switching transit. Cara yang pertama disebut dengan jaringan jenis jala-jala. Jaringan jala-jala ini sederhana, ekonomis dan terbentuk antara beberapa kantor yang mempunyai hubungan lalu lintas yang sibuk. Cara yang kedua disebut jaringan jenis bintang. Cara-cara ini adalah cara yang biasa dipakai apabila jumlah kantor-kantor cukup banyak.

Bila jaringan jenis bintang dipergunakan, sejumlah besar kantor-kantor memerlukan dipasangnya sistem switching transit yang mempunyai derajat atau kedudukan yang lebih tinggi yang melayani beberapa kantor transit secara bersama. Cara demikian, dimana switch transit yang dipakai bertingkat-tingkat, disebut jaringan jenis bintang bertingkat (multistep).

SISTEM PENOMORAN

Untuk dapat mengadakan suatu hubungan antara dua tempat tertentu melalui switch, maka diperlukan nomor-nomor pengenal. Diinginkan agar nomor-nomor pengenal itu sederhana dan mudah.

Pada prinsipnya dengan jalan memilih atau memutar nomor kantor lokal dan nomor pelanggan, permintaan percakapan antara pelanggan-pelanggan dalam suatu service lokal area dapat dilakukan. Namun, hubungan ke pelanggan-pelanggan dalam area yang lain memerlukan toll discrimiating number (nol), nomor interlokal, nomor kantor lokal dan nomor pelanggan. Untuk permintaan percakapan dalam negeri, jumlah angka paling banyak sembilan tidak termasuk toll discriminating number, nol.

Dalam suatu lokal service area :

nomor kantor lokal

nomor pelanggan

O O ————- X X X X

Kelua dari lokal service area :

Toll ciscriminating number

nomor interlokal

nomor kantor lokal

nomor pelanggan

0 ———- H H H ——— O O ——— X X X X

Pada sistem manual, nomor-nomor pelanggan dapat terdiri dari sebuah digit yang tidak sama. Tetapi untuk sistem sentral otomatis, jumlah digit untuk semua pelanggan sama, terutama pada sentral yang sama. Jumlah digit tergantung dari jumlah pelanggan atau perkiraan jumlah pelanggan pada masa tertentu.

Untuk sistem pernomoran dengan 4 digit, dapat melayani jumlah pelanggan secara teoritis sebanyak 10.000 dengan nomor-nomor bergerak dari 0000 samapi dengan 9999. Tetapi biasanya ada angka-angka yang tidak digunakan, yaitu angka yang digunakan untuk kepentingan-kepentingan lain. Misalnya 0 sebagai angka pertama untuk interlokal, 911 untuk ambulan, 108 untuk informasi dan sebagainya. Sehingga paling tidak maksimum hanya sekitar 8000 nomor yang digunakan untuk pelanggan.

Pemanggilan Internasional

Pada panggilan ini diperlukan beberapa nomor awal yang harus diputar untuk sampai ke nomor pelanggan yang dituju. Berikut adalah bagan untuk pemanggilan internasional :

Akses kode adalah nomor yang harus diputar untuk sampai ke sentral gerbang di negara yang bersangkutan, yang berarti menandakan bahwa pelanggan menginginkan sambungan international.

Tiap-tiap negara mempunyai kode-kode tersendiri. Sedang kode negara merupakan nomor kode negara tersebut yang bisa terdiri dari satu sampai tiga angka atas dasar perjanjian international.

Total digit untuk panggilan otomatis international kira-kira sekitar 11 atau 12 digit.

SISTEM SWITCHING

Dalam bahasan ini akan dijelaskan cara kerja sistem switching antara pelanggan-pelanggan dan pusat switch. Pada dasarnya sistem switching terbagi atas sistem switching manual dan sistem switching otomatis.

Sistem Switching Manual

Pada sistem switching manual saluran-saluran komunikasi berakhir pada papan sambung, dimana satu sama lain dapat dihubungkan oleh seorang operator secara manual. Ada dua macam papan sambung, papan sambung mangneto atau battery lokal (lokal battery, LB) dan papan sambung battery sentral (common battery, central battery, CB).

Papan sambung LB dihubungkan melalui sirkuit langganan ke pesawat telepon pelanggan, pesawat telepon dilengkapi dengan primary cell untuk keperluan pembicaraan (arus caatu untuk mikropon) dan generator arus bel untuk kepentingan panggilan ke papan sambung. Papan sambung CB merupakan suatu kemajuan atas papan sambung LB, mengingat atas mudahnya pelayanan dan pemeliharaannya. Sistem ini menggunakan storage battery untuk keperluan pembicaraan (arus catu untuk mikropon) dan hubungan, yang pemasangannya dipusatkan di kantor dimana papan sambung berada. Papan sambung CB dipergunakan untuk melayani sirkuit-sirkuit pelanggan, tetapi juga dipergunakan sebagai meja interlokal dan meja penerangan.

Sistem Switching Otomatis

1. Sistem Otomatis Step by step. Pulsa-pulsa yang dikirim dari roda pilih pesawat telepon, menggerakkan alat penyambung dan pemilihan dilakukan oleh setiap angka (digit) yang dikirim secara beruntun mulai dari angka pertama sampai angka terakhir. Jadi angka yang terakhir dapat secara pasti memilih pihak yang dipanggil.

Pada contoh ditunjukkan 4165 nomor yang dipanggil. Dijelaskan, selektor demi selektor menerima pulsa-pulsa roda pilih dan secara selangkah demi selangkah menjalin suatu hubungan sehingga akhirnya terciptalah suatu hubungan antara saluran-saluran satu sama lain. Karena itu cara ini disebut step by step

2. Switching otomatis common control. Dalam sistem ini, bagian yang membentuk saluran hubungan pembicaraan dan bagian yang mengatur atau mengontrol saluran hubungan pembicaraan terpisah sama sekali dan baagian yang mengontrol saluran hubungan pembicaraan dipakai secara bersama (common).

Jika pihak pemanggil mengangkat handset, maka dengan bekrjanya sirkuit pelanggan yang mengangkat handset tadi, sirkuit pengontrol (control circuit) akan mencari pihak pemanggil. Pihak pemanggil akan dihubungkan dengan suatu register. Register akan mengirimkan nada pilih (dial tone) ke pihak pemanggil sebagiai tanda bahwa dia boleh meluai metutar roda pilih ( atau mengirm sinyal melalui tombol tekan, push button).

Apabila register selesai menerima informasi daari pihak pemanggil, control circuitmencari pihak yang dipanggil dan bila tidak sibuk, menghubungkan pihak pemanggil dengan pihak yang dipanggil.

Dalam prosedur ini, satuan pengontrol atau control unit hanya akan terlihat apabila diperlukan dan selama pembicaraan berlangsung, yang tergenggam semata-mata hanyalah saluran hubungan pembicaraan.

Termasuk dalam sistem common control ini, sistem crossbar switching dan sistem electronic switching. Pada masa ini sistem crossbar switching lebih banyak dipakai diseluruh dunia dan sistem electronic switching telah dengan cepat berkembang pada tahun-tahun belakangan ini.

Sistem Matriks ( Matrix Switching)

Matrix switch adalah salah satu cara penyambungan dan pemutusan hubungan dalam jaringan komunikasi. Prinsip dari matriks ini dapat dijelaskan dengan memperhatikan rangkaian-rangkaian yang saling dihubungkan satu sama lain pada sudut kanan garis-garis horisontal dan vertikal. Garis-garis ini menggambarkan sisi-sisi masuk dan keluar dari suatu sakelar penghubung.

Perpotongan antara garis horizontal dan garis vertikal dinamakan titik perpotongan (cross points). Pada tiap titik potong dibutuhkan kontak-kontak sakelar untuk melengkapi hubungan antara garis-garis horizontal dan vertikal seperti terlihat pada gambar 2.8.

Setiap satu dari empat sisi masuk dari sakelar penghubung dapat disambungkan dengan setiap satu dari empat sisi kelua sakelar penghubung tersebut, yaitu dengan cara menutup kontak-kontak dari sakelar yang bersangkutan.

Diantara 4 buah sisi masuk dan 4 buah sisi keluar terdapat 16 buah titik-titik perpotongan. Ini berarti bahwa jumlah titik-titik potong pada setiap sistem sakelar penghubung matriks dapat dihitung dengan mengalikan jumlah sisi-sisi masuk dengan jumlah sisi-sisi keluar.

Bila terdapat n sisi masuk dan m sisi keluar, maka jumlah titik-titik potong adalah (n X m)

1. Bila n lebih besar daripada m, yaitu bila jumlah sisi-sisi masuk lebih besar dari pada jumlah sisi-sisi keluar. Bila semua sisi keluar telah digunakan, maka akan ada beberapa sisi masuk yang belum digunakan.
2. Bila m lebih besar daripada n, yaitu bila jumlah sisi-sisi keluar lebih besar dari pada jumlah sisi masuk, dan semua sisi-sisi masuk telah dihubungkan pada sisi keluar, akan ada beberapa sisi keluar yang belum digunakan.

Dengan demikian, maka jumlah maksimum sambungan yang dapat dilakukan secara simultan (bersama-sama pada suatu saat) adalah sesuai dengan jumlah sisi masuk maupun sisi keluar. Misalkan jika terdapat 20 sisi masuk dan 10 sisi keluar, maka jumlah maksimum hubungan simultan yang dapat dilakukan adalah 10.

More from KIKIL - Indonesian Community Channel - All Forums

250 Fakta Unik 09 Apr 2
Multilogin YM 09 Apr 2
SISTEM TELEPON 09 Apr 2
tes testis 09 Apr 2
Salam kenal..... 09 Apr 2
Salam Kenal semua 09 Apr 1

^ Back To Top